asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.698+0.015 ( +2.2% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT77,245.7+154.95 ( +0.2% )
tether usd iconcivic iconCVCUSDT0.03629+0.01408 ( +63.4% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,505.72-10.54 ( -0.42% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT78.087-1.41 ( -1.77% )
tether usd iconlisk iconLSKUSDT0.9803+0.7272 ( +287.32% )
tether usd iconmagiccraft iconMCRTUSDT0.00011882-0.00001111 ( -8.55% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT100.88-0.42 ( -0.42% )
tether usd iconsteem iconSTEEMUSDT0.06177+0.01355 ( +28.1% )
Powered by
powered by triv
News

Pendiri Meteora Ben Chow Digugat Class Action di AS Kasus Penipuan Token MELANIA dan LIBRA

User
October 23, 2025 | 11:08 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
October 23, 2025 | 11:08 WIB
Pendiri Meteora Ben Chow Digugat Class Action di AS Kasus Penipuan Token MELANIA dan LIBRA

Sebuah gugatan class action di Amerika Serikat menuduh Benjamin Chow, pendiri Meteora, sebagai otak di balik skema penipuan meme coin "MELANIA" dan "LIBRA", dengan mengklaim bahwa Melania Trump dan Presiden Argentina Javier Milei hanya digunakan sebagai wajah promosi tanpa keterlibatan langsung.

Gugatan tersebut mengklaim bahwa Chow, bersama dengan Kelsier Ventures dan keluarga Davis, mengoordinasikan setidaknya 15 token "pump-and-dump", di mana harga sengaja dipompa sebelum dijual massal untuk meraup keuntungan. Pengadilan telah memutuskan untuk mencairkan aset senilai $57,6 juta dalam bentuk USDC yang dibekukan terkait kasus ini, menandakan langkah awal dalam proses hukum.

Melania Trump dan Javier Milei disebut-sebut sebagai "tampilan promosi" untuk menarik investor yang tidak curiga, meskipun tidak ada bukti mereka terlibat dalam skema tersebut. Laporan pendukung dari sumber seperti WIRED dan Decrypt menyebutkan bahwa skema ini melibatkan akuisisi rahasia hingga 95% pasokan token $M3M3 selama jendela peluncuran, diikuti oleh inflasi harga buatan sebelum penjualan besar-besaran ke publik. Pengacara dalam kasus ini, seperti yang dilaporkan oleh Hoppin Grinsell LLP dan Burwick Law, berargumen bahwa Chow bertindak sebagai "komandan" dalam operasi ini, meluncurkan, mempromosikan, dan membuang token dengan bantuan influencer berbayar.

Kasus ini, yang didaftarkan di Pengadilan Distrik Selatan New York dengan nomor kasus VOGT v. Meteora, No. 1:25-cv-03268, diperkirakan akan memengaruhi persepsi investor terhadap token meme dan memicu pengawasan lebih ketat dari regulator. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Chow, Meteora, atau pihak yang disebutkan dalam gugatan.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan