


​Mastercard resmi mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi BVNK, penyedia infrastruktur stablecoin, dengan nilai mencapai $1,8 miliar atau sekitar Rp28,3 triliun. Langkah ini diambil untuk memperkuat koneksi antara pembayaran mata uang tradisional (fiat) dengan aset digital guna mempercepat transaksi internasional dan pembayaran antarbisnis (B2B). Akuisisi ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 setelah memenuhi seluruh persyaratan regulasi.
​Melalui teknologi BVNK, Mastercard akan memperluas jangkauan jaringan globalnya untuk mendukung penggunaan deposito yang ditokenisasi dan stablecoin di lebih dari 130 negara. Integrasi ini memberikan standar keamanan dan kepatuhan tinggi bagi institusi keuangan yang ingin mengadopsi teknologi on-chain. Keputusan ini merespons tren pasar di mana volume pembayaran mata uang digital global tercatat telah menembus angka $350 miliar pada tahun 2025.
​CEO BVNK, Jesse Hemson-Struthers, menyatakan bahwa penggabungan kapabilitas kedua perusahaan akan menciptakan infrastruktur keuangan yang lebih inklusif dan efisien. Dengan dukungan jaringan terpercaya Mastercard, penggunaan stablecoin diharapkan dapat menjadi solusi utama bagi otomatisasi pembayaran dan manajemen kas di masa depan.