Protokol perp DEX Aster resmi memperpanjang masa vesting alokasi token tim developer selama 12 bulan dalam pengumuman rilis resminya. Kebijakan ini menggeser jadwal pencairan dari semula 17 September 2026 menjadi 17 September 2027, mencakup 400 juta token ASTER atau 5 persen dari total pasokan maksimal. Manajemen memastikan alokasi yang semula dijadwalkan rilis 10 juta ASTER per bulan tersebut tetap terkunci penuh tanpa memengaruhi mekanisme buyback-and-burn.
​Perpanjangan masa penguncian pasokan token ini beriringan dengan visi jangka panjang Aster memperluas perannya menjadi penyedia infrastruktur keuangan global. Protokol tengah menyiapkan Aster Code dan Aster Open Standard agar platform pihak ketiga seperti bursa berlisensi, pialang, dan institusi fintech dapat langsung terhubung ke likuiditas bersama, eksekusi order, serta sistem manajemen risiko Aster tanpa perlu membangun tumpukan teknologi derivatif secara mandiri.
​Penyediaan rel infrastruktur terdesentralisasi tersebut ditujukan untuk mempermudah ekspansi mitra institusional di berbagai yurisdiksi pasar. Melalui integrasi ini, bursa maupun pialang lokal cukup mengandalkan Aster untuk menangani eksekusi teknis dan penyelesaian perdagangan, sehingga mitra dapat fokus mengembangkan distribusi produk dan menjaring volume likuiditas baru ke dalam jaringan.



