asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BABYUSDT0.019+0.0058 ( +43.94% )
BTCUSDT60,995.3-2597.11 ( -4.08% )
EPICUSDT0.649+0.013 ( +2.04% )
ETHUSDT1,597.43-175.64 ( -9.91% )
HEIUSDT0.0923+0.0102 ( +12.42% )
HOMEUSDT0.0457-0.00408 ( -8.2% )
HYPEUSDT59.108-9.43 ( -13.76% )
SOLUSDT65.38-4.13 ( -5.94% )
SUIUSDT0.7122-0.0753 ( -9.56% )
Powered by
News - AI

Perusahaan Teknologi AS PHK 123.000 Orang Sepanjang 2026 Imbas AI

User
June 5, 2026 | 16:20 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
June 5, 2026 | 16:20 WIB
Perusahaan Teknologi AS PHK 123.000 Orang Sepanjang 2026 Imbas AI

Perusahaan teknologi di Amerika Serikat memangkas lebih dari 38.000 pekerja sepanjang Mei 2026, menjadi jumlah PHK bulanan tertinggi sejak Agustus 2024. Data yang dikutip Bloomberg menunjukkan total pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor teknologi sepanjang tahun ini telah melampaui 123.000 orang.

Kecerdasan buatan (AI) disebut sebagai faktor utama di balik gelombang efisiensi yang terjadi di berbagai perusahaan teknologi. Seiring meningkatnya adopsi AI dalam operasional bisnis, sejumlah perusahaan mulai mengurangi kebutuhan tenaga kerja pada posisi yang dapat diotomatisasi.

Fenomena ini menandai perubahan besar di industri teknologi global. Jika sebelumnya perusahaan berlomba menambah karyawan saat pertumbuhan ekonomi digital melonjak, kini banyak perusahaan memilih meningkatkan produktivitas melalui penggunaan AI dan otomatisasi.

Selain tekanan efisiensi biaya, perusahaan teknologi juga menghadapi ketidakpastian ekonomi serta tuntutan investor untuk meningkatkan profitabilitas. Kombinasi faktor tersebut mendorong banyak perusahaan melakukan restrukturisasi organisasi dan pengurangan jumlah karyawan.

Meskipun AI menjadi penyebab utama hilangnya sejumlah pekerjaan, teknologi tersebut juga menciptakan permintaan baru untuk talenta di bidang machine learning, data science, keamanan siber, dan pengembangan sistem kecerdasan buatan. Namun, pertumbuhan lapangan kerja baru tersebut dinilai belum mampu mengimbangi kecepatan pengurangan tenaga kerja di sektor lainnya.

Gelombang PHK yang terus berlanjut menunjukkan transformasi industri teknologi memasuki fase baru, di mana perusahaan semakin mengutamakan efisiensi dan otomatisasi sebagai strategi utama untuk mempertahankan daya saing di era AI.

Copiedbagikan