

.png)
.png)

BitGo mengumumkan akan memangkas hampir 15% tenaga kerjanya sebagai bagian dari langkah restrukturisasi perusahaan. CEO BitGo, Mike Belshe, mengatakan keputusan tersebut diambil untuk memusatkan sumber daya pada sejumlah lini bisnis yang dinilai paling strategis.
Menurut Belshe, BitGo akan memperkuat fokus pada layanan kustodian aset digital, keamanan (security), perdagangan aset kripto, stablecoin, penyelesaian transaksi (settlement), serta pembangunan infrastruktur berbasis kecerdasan buatan (AI). Langkah ini dilakukan seiring perubahan ekosistem aset digital dan transformasi industri jasa keuangan yang semakin mengadopsi teknologi AI.
Seluruh karyawan yang terdampak telah diberitahu secara langsung oleh jajaran manajemen dan tim sumber daya manusia. Belshe menegaskan bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) ini merupakan langkah satu kali dan perusahaan tidak memiliki rencana melakukan pengurangan karyawan tambahan dalam waktu dekat.
Restrukturisasi tersebut mencerminkan perubahan strategi yang tengah dilakukan banyak perusahaan kripto. Setelah beberapa tahun berfokus pada ekspansi, sejumlah pelaku industri kini mulai mengalokasikan lebih banyak investasi ke sektor yang diperkirakan menjadi pendorong pertumbuhan berikutnya, termasuk stablecoin, tokenisasi aset, serta infrastruktur AI.
BitGo sendiri merupakan salah satu penyedia layanan kustodian aset digital terbesar di dunia yang melayani berbagai institusi keuangan, perusahaan kripto, hingga manajer investasi. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan juga memperluas bisnisnya ke layanan perdagangan, penyelesaian transaksi, dan penerbitan infrastruktur stablecoin.
Keputusan BitGo menunjukkan bahwa efisiensi operasional dan fokus pada lini bisnis bernilai tinggi kini menjadi prioritas bagi banyak perusahaan aset digital, seiring semakin matangnya industri kripto dan meningkatnya persaingan di sektor layanan keuangan berbasis blockchain.