Kepolisian Toronto membongkar aksi penculikan dan pemerasan yang menargetkan seorang pemilik aset kripto, serta mengumumkan penangkapan tujuh orang tersangka dalam konferensi pers pada Rabu (14/10). Dari tujuh tersangka tersebut, tiga di antaranya merupakan prajurit tentara aktif dari Angkatan Bersenjata Kanada (Canadian Armed Forces). Komplotan ini kini menghadapi total 82 dakwaan pidana atas tuduhan penculikan demi uang tebusan, penahanan secara paksa, serta penyalahgunaan senjata api.
​Insiden kejahatan fisik (wrench attack) ini berlangsung ketika korban ditahan di bawah ancaman senjata api di dekat kendaraannya, dianiaya, dan dipaksa menyerahkan portofolio aset kripto serta akses sistem keamanan bisnisnya. Dari tangan para tersangka, polisi menyita senjata api, alat pelacak GPS, narkotika, serta sekitar 2.500 butir amunisi militer asli yang dikonfirmasi milik angkatan bersenjata Kanada.
​Pihak kepolisian menyoroti bahaya besar bagi investor kripto ketika individu dengan latar belakang pelatihan militer resmi mulai turun melancarkan kejahatan terorganisir. Keterlibatan tentara terlatih dalam kasus ini dinilai jauh lebih terencana jika dibandingkan dengan tren penyerangan fisik di Eropa yang umumnya merekrut remaja melalui media sosial. Maraknya fenomena ini menjadi sinyal peringatan keras bagi para pemilik kripto untuk selalu menjaga kerahasiaan identitas dan informasi portofolio dari ancaman di dunia nyata.



