

.png)
.png)

Presiden Prabowo Subianto menargetkan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat. Target tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.
Menurut Prabowo, kisaran tersebut dinilai realistis dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dunia yang masih bergejolak, termasuk penguatan dolar AS dan ketidakpastian geopolitik yang mempengaruhi arus modal.
Pemerintah bersama Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar melalui kebijakan moneter dan intervensi di pasar valuta asing. Langkah ini diharapkan mampu menahan volatilitas rupiah agar tetap berada dalam rentang yang ditargetkan.
Sejumlah analis menilai bahwa target tersebut mencerminkan pendekatan pemerintah yang lebih adaptif terhadap dinamika global, dibandingkan menetapkan angka tetap yang sulit dipertahankan dalam kondisi pasar yang fluktuatif.
Namun demikian, pergerakan rupiah tetap sangat bergantung pada faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga global, harga komoditas, serta kondisi geopolitik yang dapat berubah dengan cepat.