


​Bursa kripto asal Polandia, Zonda, kini menghadapi krisis penarikan setelah kehilangan akses ke cold wallet yang berisi sekitar 4.503 BTC. Masalah ini mencuat setelah pihak bursa mengaku tidak pernah menerima private key dari mantan CEO-nya, Sylwester Suszek, yang dilaporkan menghilang sejak tahun 2022. Akibatnya, aset tersebut saat ini terancam terkunci secara permanen dan tidak dapat diproses untuk penarikan pengguna.
​Kabar hilangnya akses kunci ini memicu kepanikan massal dengan puluhan ribu permintaan penarikan yang membanjiri platform dalam beberapa hari terakhir. Meski Zonda membantah keras tuduhan penggelapan dana, rumor mengenai krisis likuiditas terus menyebar luas di kalangan investor. Situasi ini menjadi peringatan bagi para trader mengenai risiko fatal penyimpanan aset pada bursa tersentralisasi yang tidak memiliki manajemen kunci yang transparan.
​Hingga saat ini, Zonda masih berupaya mencari jalan keluar untuk mengamankan likuiditas guna memenuhi kewajiban kepada nasabah. Insiden ini diprediksi akan mendorong lebih banyak pengguna untuk beralih ke solusi self-custody atau menggunakan wallet terdesentralisasi guna menghindari risiko kehilangan akses aset yang disebabkan oleh kelalaian manajemen internal bursa.