asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
AIAUSDT0.212893-0.030358 ( -12.48% )
BTCUSDT90,046.1+1366.55 ( +1.54% )
ETHUSDT2,990.39+63.8 ( +2.18% )
HYPEUSDT21.84+1.0 ( +4.8% )
PAXGUSDT4,845.94-42.09 ( -0.86% )
SLVONUSDT84.78-0.13 ( -0.15% )
SOLUSDT130.11+2.86 ( +2.25% )
XAUTUSDT4,829.1-41.4 ( -0.85% )
XRPUSDT1.9454+0.0515 ( +2.72% )
Powered by
News

Profesor Columbia Business School: Tokenisasi Saham Omong Kosong, Jauh dari Semangat Desentralisasi

User
January 22, 2026 | 02:22 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
January 22, 2026 | 02:22 WIB
Profesor Columbia Business School: Tokenisasi Saham Omong Kosong, Jauh dari Semangat Desentralisasi

​Rencana Bursa Efek New York (NYSE) untuk melakukan tokenisasi saham menuai kritik keras dari kalangan akademisi. Omid Malekan, Profesor di Columbia Business School, menyebut inisiatif tersebut sebagai omong kosong yang kontradiktif dengan semangat asli teknologi blockchain.

​Dalam tulisan opini yang diterbitkan Fortune pada Rabu (21/1), Malekan menyoroti bahwa rencana NYSE hanyalah upaya membungkus sistem keuangan lama dengan istilah teknologi terkini tanpa menawarkan inovasi substansial. Ia mengkritik keputusan NYSE yang tetap mewajibkan transaksi melalui perantara atau broker-dealer terdaftar. Menurutnya, syarat ini justru mencederai prinsip utama desentralisasi yang seharusnya menghapus peran orang tengah dan membuka akses pasar secara langsung.

​"NYSE hanya mencoba mempertahankan model bisnis mereka di era baru," tulis Malekan. Ia menilai bahwa tanpa sifat terbuka dan penghapusan perantara, platform tokenisasi yang dibangun oleh bursa saham konvensional tak lebih dari sekadar pembaruan database internal, bukan sebuah revolusi sistem keuangan seperti yang dijanjikan oleh sistem DeFi.

Copiedbagikan