Proposal baru untuk membuat Bitcoin lebih tahan terhadap ancaman komputer kuantum resmi dipublikasikan pada 27 Agustus. Proposal Bitcoin Improvement Proposal (BIP) tersebut memperkenalkan SHRINCS, skema tanda tangan post-quantum yang dikembangkan Blockstream Research khusus untuk kebutuhan Bitcoin.
Ancaman komputer kuantum menjadi perhatian karena Bitcoin saat ini menggunakan tanda tangan berbasis elliptic-curve seperti ECDSA dan Schnorr. Komputer kuantum yang cukup kuat secara teori dapat memperoleh private key dari public key yang terekspos, sehingga berpotensi membahayakan BTC yang tersimpan. Belum diketahui kapan komputer dengan kemampuan tersebut akan tersedia, tetapi Blockstream menilai persiapan perlu dilakukan jauh sebelum ancaman menjadi nyata.
SHRINCS mencoba mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan sistem tanda tangan berbasis hash SHA-256, teknologi yang juga menjadi bagian fundamental dari Bitcoin. Ukuran tanda tangan minimumnya sekitar 548 byte dengan public key 48 byte, jauh lebih kecil dibandingkan sejumlah skema post-quantum yang sudah ada.
Namun, ada konsekuensinya. Tanda tangan SHRINCS masih sekitar sembilan kali lebih besar dibandingkan Schnorr Bitcoin saat ini. Meski begitu, estimasi Blockstream menunjukkan Bitcoin masih dapat memproses sekitar 3 transaksi per detik dengan SHRINCS, mendekati kemampuan jaringan saat ini.
Teknologi ini juga belum siap langsung diterapkan. Proposal SHRINCS masih berstatus draft, belum memiliki security proof lengkap, dan belum melalui pengujian kriptografi selama bertahun-tahun seperti standar post-quantum yang telah disahkan NIST. SHRINCS sebelumnya sudah berhasil diuji menggunakan transaksi nyata di sidechain Liquid.


.png)
