


​Penangkapan dan ekstradisi Chen Zhi, sosok yang disebut sebagai "raja" sindikat penipuan miliaran dolar sekaligus kepala Prince Group, memicu efek domino yang menghancurkan infrastruktur kejahatan kripto di Asia Tenggara. Laporan investigasi per Kamis (22/1) mengungkap bahwa jaringan operasional sindikat tersebut kini berada di ambang keruntuhan total.
​Indikator terkuat dari runtuhnya infrastruktur ini adalah tutupnya Tudou Guarantee, sebuah platform berbasis Telegram yang berfungsi sebagai pasar gelap infrastruktur scam dan layanan pencucian uang. Firma forensik Elliptic menyebut Tudou sebagai sebuah kekuatan dominan dalam ekonomi scam Asia Tenggara yang telah memproses transaksi senilai lebih dari 12 miliar dolar AS. Penutupan ini memutus urat nadi finansial bagi banyak operasi kriminal di wilayah tersebut.
​Kekacauan ini diperparah dengan jebolnya keamanan di kamp-kamp penipuan. Ribuan pekerja yang banyak di antaranya juga korban perdagangan manusia dilaporkan telah melarikan diri atau dilepaskan dari 10 lokasi berbeda di Kamboja karena sindikat kehilangan kendali operasional. Selain Chen Zhi, otoritas juga menangkap Kuong Li, otak di balik rekrutmen ilegal sindikat tersebut.
​Meski infrastruktur di Asia Tenggara sedang porak-poranda, laporan PBB memperingatkan adanya pergeseran pola. Sindikat-sindikat yang tersisa kini mulai memindahkan operasi mereka secara global ke wilayah Afrika, Amerika Selatan, dan Timur Tengah untuk menghindari tekanan hukum yang kian intensif di Kamboja.