asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ALLOUSDT0.4005+0.0376 ( +10.36% )
BTCUSDT64,988.0+488.26 ( +0.76% )
ETHUSDT1,925.56+50.31 ( +2.68% )
HEIUSDT0.103-0.0023 ( -2.18% )
HYPEUSDT67.245+1.79 ( +2.74% )
IAGUSDT0.02171-0.00029 ( -1.32% )
SOLUSDT77.45+0.37 ( +0.48% )
XRPUSDT1.1125+0.0007 ( +0.06% )
Powered by
News - Web3

Raup Omzet $46 Juta dari Staking ETH, BitMine Masih Rugi Karena Opsi Derivatif

User
July 16, 2026 | 02:55 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 16, 2026 | 02:55 WIB
Raup Omzet $46 Juta dari Staking ETH, BitMine Masih Rugi Karena Opsi Derivatif

​BitMine berhasil mencatatkan pendapatan sebesar $46 juta dari operasional staking Ethereum pada kuartal terakhir. Capaian ini menegaskan keberhasilan perusahaan dalam mengalihkan fokus bisnis dari penambangan Bitcoin menuju model treasury yang berbasis pada validasi jaringan Ethereum. Pendapatan dari sektor ini menyumbang sekitar 98% dari total pemasukan perusahaan, menandai suksesnya transisi BitMine sebagai salah satu pemain utama dalam layanan validator aset kripto.

​Namun, keberhasilan operasional di sektor staking ini belum mampu menutupi kerugian besar yang diderita perusahaan dari strategi pengelolaan treasury melalui perdagangan opsi derivatif. BitMine mencatat kerugian sebesar $92,1 juta dari instrumen tersebut, atau dua kali lipat lebih besar dari total pendapatan staking yang diperoleh.

Kerugian ini terjadi karena perusahaan menjual put options kontrak yang mengharuskan mereka membeli aset di harga tertentu yang ternyata tidak sesuai dengan pergerakan harga pasar Ethereum, sehingga memicu beban finansial yang signifikan bagi perusahaan.

​Secara keseluruhan, BitMine melaporkan kerugian bersih sebesar $83,6 juta pada kuartal yang berakhir 31 Mei. Beban perusahaan kian bertambah dengan tingginya biaya administrasi dan kustodi yang mencapai $37,3 juta, serta dampak dilusi saham akibat penerbitan 340,7 juta lembar saham baru demi membiayai akuisisi Ethereum.

Meskipun bisnis staking kini telah mampu menutupi biaya operasional dasar, perusahaan menghadapi tantangan besar untuk menyeimbangkan antara agresivitas ekspansi aset dengan pengelolaan risiko finansial agar nilai bagi pemegang saham tetap terjaga.

Copiedbagikan