asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BOOSTUSDT0.00002379-0.000001 ( -3.48% )
BTCUSDT67,770.4-447.51 ( -0.66% )
ETHUSDT1,958.2-43.54 ( -2.18% )
PAXGUSDT5,177.45-178.68 ( -3.34% )
PEPEUSDT0.00000341-0.00000008 ( -2.29% )
PIPPINUSDT0.339822-0.129092 ( -27.53% )
SLVONUSDT76.59+1.87 ( +2.5% )
SOLUSDT84.85-1.24 ( -1.44% )
XAUTUSDT5,133.4-173.54 ( -3.27% )
Powered by
News

Ray Dalio Soroti Minimnya Dukungan Bank Sentral terhadap Bitcoin

User
March 4, 2026 | 11:05 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
March 4, 2026 | 11:05 WIB
Ray Dalio Soroti Minimnya Dukungan Bank Sentral terhadap Bitcoin

Pendiri Bridgewater Associates Ray Dalio menilai bahwa tidak adanya dukungan dari bank sentral menjadi salah satu alasan utama mengapa Bitcoin dinilai kurang tepat sebagai aset lindung nilai jangka panjang. Menurutnya, legitimasi dari institusi moneter global memainkan peran penting dalam menentukan kekuatan suatu aset sebagai penyimpan nilai.

Dalio menjelaskan bahwa hingga saat ini bank sentral di berbagai negara belum menjadikan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan resmi mereka. Kondisi ini berbeda dengan emas yang telah lama diakui dan disimpan oleh bank sentral sebagai salah satu aset cadangan utama dalam sistem keuangan global.

Ia menambahkan bahwa status emas sebagai cadangan resmi membuat logam mulia tersebut memiliki fondasi kepercayaan yang lebih kuat. Dalam pandangannya, emas merupakan bentuk uang yang paling mapan dan menjadi aset cadangan terbesar kedua yang dimiliki oleh bank sentral di seluruh dunia.

Selain faktor dukungan institusional, Dalio juga menyinggung sejumlah tantangan lain yang masih membayangi Bitcoin, termasuk isu perlindungan privasi serta ketahanan teknologi terhadap perkembangan komputasi masa depan seperti quantum computing.

Pernyataan Dalio kembali memicu perdebatan mengenai posisi Bitcoin dalam sistem keuangan global. Di satu sisi, sejumlah investor melihat Bitcoin sebagai alternatif aset lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan mata uang fiat. Namun di sisi lain, sebagian ekonom menilai Bitcoin masih menghadapi sejumlah tantangan sebelum dapat dipandang sebagai penyimpan nilai yang setara dengan emas.

Copiedbagikan