asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT77,703.5-1057.76 ( -1.34% )
BTTCUSDT0.00000033+0.00000001 ( +3.13% )
ETHUSDT2,307.42-85.45 ( -3.57% )
MDAOUSDT0.03391-0.001807 ( -5.06% )
MOVRUSDT2.753+1.023 ( +59.13% )
SOLUSDT85.26-2.34 ( -2.67% )
SPKUSDT0.050237+0.012499 ( +33.12% )
TRXUSDT0.3289+0.0 ( +0.0% )
UNIONUSDT0.0006715+0.0000246 ( +3.81% )
Powered by
News

Rekor Terbesar: Tether Bekukan $344 Juta USDT di Jaringan Tron

User
April 23, 2026 | 23:51 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
April 23, 2026 | 23:51 WIB
Rekor Terbesar: Tether Bekukan $344 Juta USDT di Jaringan Tron

​Penerbit stablecoin Tether mencetak rekor pembekuan aset tunggal terbesar dalam sejarahnya dengan memblokir USDT senilai $344 juta atau sekitar Rp5,5 triliun pada Kamis (23/4). Aset tersebut tersimpan dalam dua alamat di jaringan Tron, yakni TCXfhTDMuS6pbfCEoACPcBf2EnnhMAAEWh dan TTiDLWE6fZK8okMJv6ijg42yrH6W2pjSr9. Langkah agresif ini diambil melalui koordinasi langsung dengan pemerintah AS dan OFAC untuk menghentikan pergerakan dana yang terdeteksi terkait aktivitas ilegal.

​Meski Tether mengonfirmasi bahwa tindakan ini adalah bagian dari upaya memerangi pelanggaran hukum, hingga saat ini belum diketahui secara pasti kasus apa yang melatarbelakangi pembekuan aset raksasa tersebut. CEO Tether, Paolo Ardoino, hanya menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas pasar. "Kami bertindak cepat dan tegas saat link ke entitas yang disanksi atau jaringan kriminal teridentifikasi," ujar Ardoino, merujuk pada pemantauan real-time yang dilakukan timnya.

​Secara keseluruhan, Tether kini telah membekukan total lebih dari $4,4 miliar aset melalui kerja sama dengan 340 lembaga penegak hukum global. Namun, preseden ini menjadi pengingat keras bagi pasar bahwa USDT kapan saja bisa dibekukan berdasarkan permintaan pemerintah. Hal ini membuktikan bahwa kontrol sentralisasi tetap menjadi risiko utama yang melekat pada penggunaan stablecoin, memicu kewaspadaan lebih tinggi di kalangan pengguna terkait independensi aset digital mereka.

Copiedbagikan