


Riset terbaru dari Grayscale menunjukkan bahwa protokol DeFi Aave memiliki tingkat efisiensi yang jauh melampaui sistem perbankan tradisional. Head of Research Grayscale, Zach Pandl, mendeskripsikan Aave sebagai entitas perbankan tanpa bankir yang mampu menjalankan fungsi simpan-pinjam secara mandiri melalui kode komputer tanpa memerlukan intervensi manusia atau operator tradisional.
Keunggulan struktural ini didukung oleh temuan peneliti Bank of Canada yang mencatat bahwa Aave memiliki biaya perantara yang sangat minim. Berbeda dengan bank konvensional yang harus menanggung beban gaji karyawan, pemeliharaan infrastruktur kantor cabang, hingga biaya kepatuhan, Aave beroperasi murni berbasis protokol. Hal ini memungkinkan sistem kredit tersebut berjalan transparan, beroperasi 24 jam nonstop, dengan biaya overhead yang sangat rendah.
Riset tersebut menyimpulkan bahwa model kredit berbasis kode ini merupakan solusi finansial masa depan yang sudah teruji secara teknis. Dengan menguasai hampir 50% pasar pinjaman on-chain, Aave juga menawarkan nilai tambah bagi investor melalui mekanisme "burn" token AAVE yang serupa dengan strategi buyback saham. Dominasi ini memperkuat posisi Aave sebagai pemimpin dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi di skala global.