


Ronin, blockchain yang berfokus pada gaming, mengumumkan pada Senin (11/5), bahwa mereka akan menghentikan operasional sidechain mandirinya untuk bertransisi menjadi Ethereum Layer-2. Langkah ini dilakukan melalui mekanisme hard fork yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026. Transisi ini merupakan upaya besar untuk memulihkan kepercayaan pengguna dan keamanan jaringan pasca insiden peretasan bridge senilai $625 juta pada 2022 yang sempat membuat aktivitas on-chain menurun drastis.
​Selain faktor keamanan, penurunan jumlah pengguna aktif Ronin belakangan ini dipicu oleh tingginya inflasi token yang sebelumnya mencapai 20%, sehingga menekan nilai aset para pemain. Untuk mengatasinya, dalam pengumuman tersebut Ronin memastikan akan memangkas inflasi token RON hingga di bawah 1%. Ronin juga beralih ke model Proof of Distribution yang memberikan imbalan berdasarkan kontribusi nyata dalam ekosistem game, bukan sekadar staking pasif yang selama ini dianggap kurang efektif menarik pemain baru.
​Selama proses migrasi yang berlangsung sekitar 10 jam, seluruh transaksi dan aktivitas game on-chain akan dihentikan sementara. Sebagai bagian dari restrukturisasi ekonomi, Ronin juga menaikkan biaya marketplace fee menjadi 1,25%. Meski sempat sepi akibat sentimen negatif keamanan masa lalu, harga token RON telah melonjak 30% dalam sebulan terakhir, menunjukkan optimisme market terhadap kembalinya likuiditas setelah Ronin terintegrasi penuh ke dalam ekosistem Ethereum.