asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT63,280.3-3339.66 ( -5.01% )
EPICUSDT0.548+0.155 ( +39.44% )
ETHUSDT1,769.28-84.81 ( -4.57% )
HOMEUSDT0.03838-0.01147 ( -23.01% )
HYPEUSDT72.788+2.53 ( +3.6% )
PORTALUSDT0.01839-0.00761 ( -29.27% )
SOLUSDT70.16-4.25 ( -5.71% )
STOUSDT0.0687+0.0131 ( +23.56% )
WLDUSDT0.5202+0.1256 ( +31.83% )
Powered by
News - Breaking News

Rupiah Kembali Catat Rekor Terendah Tembus Rp18.000

User
June 4, 2026 | 09:30 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
June 4, 2026 | 09:30 WIB
Rupiah Kembali Catat Rekor Terendah Tembus Rp18.000

Tekanan terhadap rupiah semakin dalam setelah nilai tukar dolar AS di sejumlah bank menembus level Rp18.000, meski kurs pasar spot masih bergerak sedikit di bawah angka tersebut.

Perkembangan ini terjadi seiring pelemahan rupiah yang terus berlanjut dalam beberapa hari terakhir. Data pasar menunjukkan rupiah telah bergerak mendekati level terendah sepanjang sejarah, dengan kurs referensi Bank Indonesia (JISDOR) berada di kisaran Rp17.931 per dolar AS pada penutupan perdagangan 3 Juni 2026.

Sementara itu, sejumlah perbankan mulai menawarkan kurs jual dolar di atas Rp18.000. Salah satu bank bahkan tercatat memasang kurs jual dolar pada level Rp18.020 per dolar AS, menandakan tingginya permintaan valuta asing di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak.

Pelemahan rupiah dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Pelaku pasar masih mencermati ketidakpastian geopolitik global, penguatan dolar AS, serta tingginya kebutuhan valuta asing untuk pembayaran impor, utang luar negeri, dan repatriasi dividen.

Kondisi tersebut membuat permintaan dolar meningkat tajam di pasar domestik, sementara pasokan valuta asing dinilai belum cukup kuat untuk meredam tekanan terhadap mata uang Garuda.

Analis menilai tembusnya level Rp18.000 di perbankan memiliki dampak psikologis yang besar bagi pelaku pasar. Meski bukan kurs acuan resmi, level tersebut menunjukkan ekspektasi pasar terhadap potensi pelemahan rupiah masih cukup tinggi dalam jangka pendek.

Di tengah tekanan yang berlangsung, pasar kini menunggu langkah lanjutan dari Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan meredam volatilitas di pasar valuta asing.

Copiedbagikan