


Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat, dengan pergerakan yang semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Dampak pelemahan tersebut juga terlihat di pasar aset kripto domestik. Di sejumlah exchange kripto lokal, harga stablecoin USDT yang dipatok terhadap dolar AS telah kembali menyentuh kisaran Rp18.000 per token. Kenaikan harga USDT dalam denominasi rupiah mencerminkan melemahnya nilai tukar rupiah sekaligus meningkatnya permintaan terhadap aset berbasis dolar di tengah ketidakpastian pasar.
Pergerakan ini menjadi perhatian pelaku pasar karena level Rp18.000 merupakan salah satu batas psikologis yang sering dijadikan acuan dalam memantau kekuatan rupiah. Apabila tekanan terhadap rupiah berlanjut, harga USDT di pasar lokal berpotensi tetap bertahan di level tersebut atau bahkan bergerak lebih tinggi.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan dolar AS serta meningkatnya kehati-hatian investor terhadap kondisi ekonomi dan geopolitik global, yang mendorong permintaan terhadap aset safe haven dan instrumen berbasis dolar.