

.png)
.png)

Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Senin (13/7) dengan melemah ke level Rp18.140 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini terjadi di tengah kombinasi sentimen negatif dari dalam negeri maupun pasar global yang meningkatkan tekanan terhadap mata uang Garuda.
Dari sisi domestik, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh menurunnya kepercayaan investor terhadap pasar Indonesia. Selain itu, defisit neraca perdagangan turut menjadi perhatian karena berpotensi menekan pasokan devisa dan memperburuk persepsi terhadap fundamental ekonomi nasional.
Sementara dari faktor eksternal, meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu penghindaran risiko (risk-off) di pasar keuangan global. Kondisi tersebut mendorong investor beralih ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS.