

.png)
.png)

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat dan kini menyentuh level Rp17.650 per US$1, mencatatkan rekor terendah sepanjang sejarah.
Pelemahan ini memperpanjang tren tekanan terhadap mata uang domestik yang dipicu oleh kuatnya dolar AS di pasar global serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Tekanan eksternal seperti kebijakan suku bunga global, arus modal keluar dari pasar emerging market, serta kondisi likuiditas dolar yang ketat turut memperburuk posisi rupiah.
Di sisi domestik, sentimen terhadap stabilitas fiskal dan pasar keuangan juga menjadi faktor yang membebani pergerakan nilai tukar.
Bank Indonesia terus melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi pasar dan penguatan instrumen moneter guna menjaga keseimbangan nilai tukar.