Negosiasi regulasi kripto AS, Clarity Act, menemui jalan buntu setelah kubu Republik menolak proposal tandingan dari faksi Demokrat jelang voting prosedural Senat, Selasa (15/9). Penolakan atas tawaran final ini dipicu perdebatan aturan etika kepemilikan aset pejabat yang dinilai Senator Adam Schiff masih longgar bagi presiden, disusul peringatan keras Senator Elizabeth Warren bahwa RUU ini membawa risiko masif bagi perekonomian dan keamanan nasional.
​Kebuntuan politik tersebut langsung menyeret harga Bitcoin jatuh ke bawah level $76.000. Tekanan pasar kian berat seiring penolakan koalisi 18 jaksa agung negara bagian terkait potensi tergerusnya wewenang penindakan penipuan kripto lokal, serta desakan delapan asosiasi perbankan yang meminta Senat memperketat aturan stablecoin guna mencegah pelarian dana nasabah dari bank daerah.



