asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT80,058.8-1231.55 ( -1.52% )
DUSDT0.01515+0.00363 ( +31.51% )
DOGEUSDT0.10822-0.00443 ( -3.93% )
DOGSUSDT0.0000837+0.0000268 ( +47.1% )
ETHUSDT2,293.27-49.91 ( -2.13% )
JTOUSDT0.648+0.2259 ( +53.52% )
NILUSDT0.07501+0.03174 ( +73.35% )
PENGUUSDT0.010357-0.000346 ( -3.23% )
SOLUSDT88.43-0.51 ( -0.57% )
Powered by
News

Saudi dan Kuwait Kembali Izinkan Wilayahnya Jadi Basis Militer AS, Harga Minyak Naik Lagi

User
May 8, 2026 | 01:18 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
May 8, 2026 | 01:18 WIB
Saudi dan Kuwait Kembali Izinkan Wilayahnya Jadi Basis Militer AS, Harga Minyak Naik Lagi

Arab Saudi dan Kuwait resmi membatalkan keputusan pembatasan penggunaan pangkalan militer dan wilayah udara oleh militer Amerika Serikat. Laporan Wall Street Journal pada Kamis (7/5) menyebutkan bahwa pembukaan akses ini memungkinkan militer AS untuk kembali menjadikan wilayah tersebut sebagai basis operasi Project Freedom, yakni pengawalan udara berskala besar untuk melindungi kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

​Kembalinya akses basis militer tersebut memperkuat posisi Donald Trump untuk memulai kembali operasi pengawalan udara di tengah kebuntuan diplomatik. Pasalnya, Mengutip laporan dari Axios ada indikasi bahwa Iran berpotensi menolak proposal perdamaian Amerika Serikat untuk membuka Selat Hormuz secara damai. Meski indikasi penolakan sudah muncul, laporan Al Arabiya juga menyebut bahwa Iran dijadwalkan baru akan memberikan jawaban resminya pada esok hari, Jumat (8/5).

​Pada perdagangan hari ini, harga minyak mentah WTI berada di level $95,63 per barel. Angka tersebut tercatat naik segera setelah informasi mengenai pembukaan akses basis militer AS serta adanya laporan potensi penolakan proposal oleh pihak Iran tersebut beredar di market.

Copiedbagikan