CEO BlackRock Larry Fink menilai perkembangan industri kecerdasan buatan (AI) saat ini belum menunjukkan tanda-tanda gelembung investasi atau bubble. Sebaliknya, ia justru mengkhawatirkan Amerika Serikat tidak mampu membangun infrastruktur AI dengan cukup cepat untuk memenuhi lonjakan permintaan.
Menurut Fink, tantangan terbesar industri AI bukanlah kurangnya minat investor, melainkan keterbatasan pasokan listrik, chip, memori, serta tenaga kerja terampil yang dibutuhkan untuk membangun dan mengoperasikan pusat data.
Ia menilai pertumbuhan AI membutuhkan investasi besar pada infrastruktur fisik, terutama pembangkit listrik, jaringan energi, fasilitas komputasi, dan industri semikonduktor.
Keterbatasan tersebut berpotensi memperlambat ekspansi perusahaan teknologi meskipun permintaan terhadap layanan AI terus meningkat. Persaingan mendapatkan pasokan listrik dan komponen juga dapat meningkatkan biaya pembangunan pusat data.
Pandangan Fink berbeda dari kekhawatiran sebagian pelaku pasar yang menilai lonjakan investasi dan valuasi perusahaan AI berisiko menciptakan gelembung seperti era Dot-Com. Namun, pernyataannya merupakan penilaian terhadap kondisi industri, bukan jaminan bahwa saham-saham AI bebas dari risiko koreksi.


.png)
