asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BIOUSDT0.0358+0.0097 ( +37.17% )
BTCUSDT75,054.1+290.08 ( +0.39% )
DUSDT0.01041-0.00199 ( -16.05% )
ENJUSDT0.07873-0.01147 ( -12.72% )
ETHUSDT2,346.58-12.81 ( -0.54% )
ORDIUSDT8.51+5.26 ( +161.85% )
PIPPINUSDT0.038173+0.00258 ( +7.25% )
PNUTUSDT0.0731+0.0238 ( +48.28% )
SOLUSDT89.67+4.9 ( +5.78% )
Powered by
News

Skymapper Manfaatkan Teknologi Blockchain Avalanche untuk Catat Data Observasi Astronomi

User
April 16, 2026 | 02:55 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
April 16, 2026 | 02:55 WIB
Skymapper Manfaatkan Teknologi Blockchain Avalanche untuk Catat Data Observasi Astronomi

​Jaringan teleskop global SkyMapper resmi meluncurkan infrastruktur khusus (L1) di jaringan Avalanche pada 14 April 2026. Melalui inovasi Proof of Space Observation (POSO), setiap temuan di langit kini terekam secara permanen dan transparan, sehingga data ilmiah dapat diverifikasi secara independen tanpa bergantung pada sistem internal yang tertutup.

​Cara kerjanya dimulai saat teleskop menangkap objek, di mana data tersebut langsung diberi tanda tangan digital dan stempel waktu (time-stamping) secara on-chain di Avalanche. Selanjutnya, data disimpan di infrastruktur terdesentralisasi Akave, menciptakan rekaman audit yang tidak bisa dimanipulasi namun tetap bisa diakses oleh peneliti maupun sektor pertahanan.

​Hingga saat ini, sebanyak 52 unit SkyBridge telah aktif di enam benua dan terintegrasi dengan lembaga riset seperti The SETI Institute. SkyMapper menargetkan koneksi ke 1.000 teleskop pada akhir 2026 guna membangun sistem keamanan ruang angkasa yang lebih kredibel dan terorganisir menggunakan teknologi blockchain.

Copiedbagikan