asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT62,773.5+905.13 ( +1.46% )
EPICUSDT0.314-0.017 ( -5.14% )
ETHUSDT1,746.04+8.84 ( +0.51% )
HEIUSDT0.1081-0.0209 ( -16.2% )
HYPEUSDT67.532-0.14 ( -0.21% )
NFPUSDT0.00497-0.00024 ( -4.61% )
SDEXUSDT0.000895-0.001163 ( -56.51% )
SOLUSDT77.87+1.09 ( +1.42% )
TACUSDT0.00263-0.00057 ( -17.81% )
Powered by
News - Web3

Sony Bank Kantongi Lisensi Terbitkan Stablecoin Dolar AS Pada 2027

User
July 9, 2026 | 16:11 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
July 9, 2026 | 16:11 WIB
Sony Bank Kantongi Lisensi Terbitkan Stablecoin Dolar AS Pada 2027

Sony Bank memperoleh persetujuan bersyarat dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC) Amerika Serikat bagi anak usahanya, Connectia Trust, untuk menerbitkan stablecoin yang dipatok terhadap dolar AS. Jika seluruh persyaratan regulator terpenuhi, stablecoin tersebut ditargetkan meluncur pada 2027.

Connectia Trust didirikan dengan modal sekitar $40 juta dan akan menjadi kendaraan Sony dalam menghadirkan layanan pembayaran digital berbasis stablecoin di pasar Amerika Serikat. Stablecoin tersebut direncanakan menjadi bagian dari ekosistem Sony, termasuk untuk pembayaran gim, anime, layanan berlangganan, dan berbagai layanan digital lainnya.

Persetujuan bersyarat ini menempatkan Sony Bank dalam daftar perusahaan yang memperoleh lampu hijau awal dari OCC untuk mengembangkan infrastruktur stablecoin yang diatur secara resmi. Sebelumnya, persetujuan serupa juga telah diberikan kepada Circle, Ripple, dan Paxos.

Langkah Sony mencerminkan meningkatnya minat perusahaan teknologi dan institusi keuangan terhadap stablecoin sebagai sarana pembayaran digital. Dengan dukungan regulasi, stablecoin dinilai mampu menghadirkan transaksi yang lebih cepat, efisien, dan berbiaya rendah dibandingkan sistem pembayaran konvensional.

Meski demikian, Connectia Trust masih harus memperoleh persetujuan akhir sebelum dapat beroperasi dan menerbitkan stablecoin secara komersial. Selain itu, rencana tersebut juga masih menghadapi pengawasan politik di Amerika Serikat, termasuk kritik dari Senator Elizabeth Warren yang mempertanyakan kelayakan pemberian izin berdasarkan National Bank Act.

Copiedbagikan