


Arsip diskusi dari forum BitcoinTalk tertanggal 10 Juli 2010 kembali mencuat sebagai jawaban atas kekhawatiran (FUD) yang disebarkan Google mengenai ancaman komputer kuantum terhadap Bitcoin dan industri kripto. Dalam arsip tersebut, Satoshi Nakamoto menegaskan bahwa algoritma SHA-256 milik Bitcoin sangat kuat dan bisa bertahan selama beberapa dekade. Ia menjelaskan bahwa jika terjadi ancaman besar yang mampu memecahkan kode tersebut, jaringan blockchain memiliki mekanisme pertahanan yang adaptif untuk menjaga keamanan dana pengguna.
Satoshi memaparkan strategi teknis jika terjadi kegagalan algoritma secara tiba-tiba maupun bertahap. Jika serangan terjadi mendadak, komunitas dapat menyepakati blok terakhir yang valid sebelum gangguan dimulai, mengunci blok tersebut (lock-in), dan melanjutkan jaringan dengan fungsi hash baru. Namun, jika ancaman datang secara bertahap, software akan diprogram untuk beralih ke algoritma yang lebih kuat pada nomor blok tertentu. Pengguna cukup melakukan update software untuk menandatangani ulang (re-sign) aset mereka di dalam wallet guna mencegah eksploitasi.
Penjelasan visioner dari 16 tahun lalu ini memberikan kontradiksi kuat terhadap simulasi Google yang memprediksi pengurasan massal wallet kripto dalam hitungan hari. Satoshi menekankan bahwa software Bitcoin dapat menyimpan hash baru dari seluruh blok lama untuk memastikan tidak ada blok palsu dengan hash lama yang bisa digunakan. Hal ini membuktikan bahwa arsitektur Bitcoin sejak awal telah dirancang untuk berevolusi dan melakukan transisi algoritma secara tertib, memastikan ekosistem tetap aman meskipun menghadapi terobosan teknologi komputasi di masa depan.