asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconarbitrum iconARBUSDT0.1831+0.0398 ( +27.77% )
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.77-0.02 ( -2.53% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT79,861.6-94.35 ( -0.12% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,492.19+11.36 ( +0.46% )
tether usd iconhemi iconHEMIUSDT0.01161+0.00068 ( +6.22% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT87.395+1.35 ( +1.57% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT105.72+1.86 ( +1.79% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.0256-0.00321 ( -11.14% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.4117-0.0072 ( -0.51% )
Powered by
powered by triv
News

Begini Tanggapan Satoshi Nakamoto Soal Cara Bitcoin Hadapi Komputer Kuantum

User
April 1, 2026 | 00:15 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
April 1, 2026 | 00:15 WIB
Begini Tanggapan Satoshi Nakamoto Soal Cara Bitcoin Hadapi Komputer Kuantum

Arsip diskusi dari forum BitcoinTalk tertanggal 10 Juli 2010 kembali mencuat sebagai jawaban atas kekhawatiran (FUD) yang disebarkan Google mengenai ancaman komputer kuantum terhadap Bitcoin dan industri kripto. Dalam arsip tersebut, Satoshi Nakamoto menegaskan bahwa algoritma SHA-256 milik Bitcoin sangat kuat dan bisa bertahan selama beberapa dekade. Ia menjelaskan bahwa jika terjadi ancaman besar yang mampu memecahkan kode tersebut, jaringan blockchain memiliki mekanisme pertahanan yang adaptif untuk menjaga keamanan dana pengguna.

Satoshi memaparkan strategi teknis jika terjadi kegagalan algoritma secara tiba-tiba maupun bertahap. Jika serangan terjadi mendadak, komunitas dapat menyepakati blok terakhir yang valid sebelum gangguan dimulai, mengunci blok tersebut (lock-in), dan melanjutkan jaringan dengan fungsi hash baru. Namun, jika ancaman datang secara bertahap, software akan diprogram untuk beralih ke algoritma yang lebih kuat pada nomor blok tertentu. Pengguna cukup melakukan update software untuk menandatangani ulang (re-sign) aset mereka di dalam wallet guna mencegah eksploitasi.

Penjelasan visioner dari 16 tahun lalu ini memberikan kontradiksi kuat terhadap simulasi Google yang memprediksi pengurasan massal wallet kripto dalam hitungan hari. Satoshi menekankan bahwa software Bitcoin dapat menyimpan hash baru dari seluruh blok lama untuk memastikan tidak ada blok palsu dengan hash lama yang bisa digunakan. Hal ini membuktikan bahwa arsitektur Bitcoin sejak awal telah dirancang untuk berevolusi dan melakukan transisi algoritma secara tertib, memastikan ekosistem tetap aman meskipun menghadapi terobosan teknologi komputasi di masa depan.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan