Bank global Standard Chartered resmi membuka liputan riset (research coverage) terhadap Ethena dengan menetapkan target harga token ENA sebesar $2 pada akhir 2028. Berdasarkan laporan analisis yang dirilis Rabu (30/9), proyeksi tersebut mencerminkan potensi kenaikan (upside) hingga 669% dari level saat ini. Standard Chartered juga memproyeksikan pasokan beredar dari stablecoin besutan Ethena, USDe, bakal melonjak lebih dari delapan kali lipat dari $4,9 miliar menjadi $40 miliar dalam periode yang sama.
Loncatan ekspansif ini didorong oleh strategi Ethena memperluas pilar imbal hasil (yield engine) di luar skema crypto basis trade konvensional. Ethena kini aktif mengintegrasikan aset dunia nyata (RWA), pinjaman institusional, serta instrumen derivatif terikat ekuitas dan komoditas. Diversifikasi ini memperkuat skalabilitas protokol seiring proyeksi lonjakan total aset terinternalisasi berbasis blockchain secara global yang diperkirakan menyentuh $4 triliun pada 2028.
Saat laporan ini dirilis, token ENA diperdagangkan di level $0,26. Berdasarkan data pergerakan pasar terbaru, harga ENA tercatat naik 5,4% dalam 24 jam terakhir dan melesat 30,9% dalam 7 hari terakhir, meski secara historis masih terkoreksi 50,5% dalam 1 tahun terakhir seiring dinamika siklus pasar kripto.
Pendorong fundamental utama dari analisis Standard Chartered berpatokan pada mekanisme fee switch Ethena yang mengalokasikan 95% pendapatan bersih untuk melakukan buyback ENA secara otomatis. Jika kapitalisasi USDe menembus $40 miliar, rasio buyback tahunan diproyeksikan mencapai 23% dari nilai pasokan beredar ENA, suatu tingkat yang dinilai terlalu tinggi sehingga akan mendorong apresiasi harga token hingga mencapai titik keseimbangan baru. Lambatnya adopsi stablecoin penghasil imbal hasil (yield-bearing stablecoin) menjadi risiko utama bagi proyeksi ini.



