


Co-founder Story Protocol, Lee Seung-yoon, resmi mengumumkan penundaan jadwal unlock token IP skala besar pertama selama enam bulan hingga Agustus mendatang. Keputusan ini membuat jatah token untuk tim dan investor awal tetap terkunci lebih lama. Lee menegaskan langkah ini diambil demi memprioritaskan pengembangan produk mereka dibandingkan sekadar menambah supply token beredar di market dalam jangka pendek.
​Menepis kritik soal minimnya pendapatan on-chain, Lee menilai metrik tersebut tidak relevan untuk valuasi jaringan properti intelektual (IP) dan data AI. Menurutnya, model bisnis Story berfokus pada perjanjian lisensi antar-perusahaan (B2B) untuk pelatihan AI, bukan mengejar biaya transaksi tinggi layaknya protokol DeFi. Oleh karena itu, nilai fundamental proyek tidak selalu tercermin dalam volume transaksi harian di blockchain.
​Lee menyamakan strategi ini dengan langkah serupa yang diambil Worldcoin, menyebut perpanjangan periode vesting sebagai bukti komitmen jangka panjang tim terhadap proyek. Di tengah kondisi pasar kripto yang sedang lesu, ia menilai penundaan distribusi token merupakan opsi yang jauh lebih sehat untuk menjaga stabilitas ekosistem ketimbang membanjiri pasar dengan pasokan baru secara terburu-buru.