


​Memasuki hari ke-78 sejak pecah konflik, eskalasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kini bergeser ke ranah diplomasi dengan rilisnya daftar prasyarat gencatan senjata yang saling bertolak belakang. Media negara Iran melaporkan bahwa AS mengajukan lima syarat utama, termasuk tuntutan transfer 400 kg uranium ke wilayah AS dan pembatasan ketat di mana hanya satu fasilitas nuklir Iran yang diizinkan aktif. Pihak AS juga secara eksplisit menegaskan tidak akan memberikan kompensasi kerugian perang ataupun mencairkan aset-aset Iran yang dibekukan selama proses negosiasi belum membuahkan hasil.
​Merespons tekanan tersebut, Iran merilis tuntutan tandingan yang langsung berbenturan dengan posisi dasar AS. Iran menuntut penghentian perang secara total di seluruh front Timur Tengah, pencabutan sanksi ekonomi, pengembalian seluruh dana yang dibekukan, serta ganti rugi atas kerusakan infrastruktur akibat perang. Lebih jauh lagi, Iran juga menuntut pengakuan internasional atas kedaulatan penuh mereka terhadap Selat Hormuz
​Kebuntuan ini memperlihatkan jurang pemisahan yang sangat lebar, di mana AS secara tegas menolak poin kompensasi perang dan pencairan aset yang diminta oleh Iran. Upaya mediasi yang sempat berjalan kini kembali mengalami kebuntuan seiring kedua negara tetap bersikeras dengan tuntutan utama mereka.