asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
AIAUSDT0.0668-0.028902 ( -30.2% )
AKIUSDT0.000399+0.000039 ( +10.83% )
BTCUSDT76,833.3-1247.73 ( -1.6% )
EDENUSDT0.0584+0.0187 ( +47.1% )
ETHUSDT2,117.32-67.13 ( -3.07% )
IAGUSDT0.0321+0.0011 ( +3.55% )
MOREUSDT0.00006073+0.0 ( +0.42% )
SOLUSDT84.8-1.95 ( -2.25% )
U2UUSDT0.000649+0.000036 ( +5.87% )
Powered by
News - Breaking News

Donald Trump dan Xi Jinping Kompak: Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka

User
May 14, 2026 | 21:59 WIB
User
UpdatedGoldwin
May 14, 2026 | 21:59 WIB
Donald Trump dan Xi Jinping Kompak: Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dilaporkan mencapai kesepakatan bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka di tengah meningkatnya tensi konflik Iran di kawasan Timur Tengah.

Dalam pertemuan keduanya di Beijing pada Kamis (14/5), Gedung Putih menyatakan Trump dan Xi juga sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran global terhadap potensi gangguan jalur distribusi minyak dunia melalui Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur energi paling penting secara global.

Di saat yang sama, sebuah kapal dilaporkan “diambil alih” oleh pihak tak dikenal di dekat wilayah Uni Emirat Arab menuju perairan Iran, menurut laporan badan maritim Inggris. Insiden tersebut terjadi setelah kapal berbendera India sebelumnya diserang di dekat Oman.

Sementara itu, situasi keamanan di perbatasan Israel dan Lebanon kembali memanas setelah serangan drone yang disebut dilakukan oleh kelompok Hezbollah melukai sejumlah warga sipil Israel pada Kamis waktu setempat.

Serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam sebelum perundingan damai antara Israel dan Lebanon yang dimediasi Amerika Serikat dijadwalkan kembali berlangsung di Washington.

Perkembangan terbaru ini meningkatkan perhatian pasar global terhadap risiko geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait stabilitas pasokan energi dan potensi eskalasi konflik regional.

Copiedbagikan