Industri kripto Brasil menghadapi gelombang seleksi regulasi ketat menjelang batas akhir pendaftaran izin operasional Bank Sentral Brasil pada 30 Oktober mendatang. Dari total 150 hingga 300 penyedia layanan aset virtual yang saat ini aktif, estimasi industri mencatat kurang dari 10% atau hanya sekitar 20 hingga 25 perusahaan yang diperkirakan mampu mengajukan lisensi resmi sebagai penyedia layanan aset digital (PSAV). Bagi entitas yang tidak mengajukan permohonan hingga batas waktu tersebut, regulator mewajibkan penghentian seluruh kegiatan operasional dalam kurun 30 hari.
​Pengetatan ini terutama dipicu oleh lonjakan persyaratan modal minimum yang ditetapkan antara 10,8 juta hingga 37,2 juta real Brasil, jauh melampaui proposal awal regulator sebesar 1 juta hingga 3 juta real Brasil. Beban kepatuhan kian berat karena pelaku usaha juga diwajibkan memenuhi audit independen berkala, pemisahan aset nasabah, prosedur antipencucian uang, serta pelaporan kecukupan aset harian mulai awal 2027. Kerangka regulasi ini secara bertahap menyingkirkan entitas berprofil risiko kecil (S5) dari pasar demi menekan potensi penipuan dan kejahatan siber.
​Tingginya batas modal tersebut telah memicu gelombang penutupan dan konsolidasi bursa kripto lokal, termasuk Bitnuvem, NovaDAX, Digitra.com, dan Coinext yang memilih menutup layanan ritel atau mengalihkan basis pengguna mereka ke platform besar seperti Foxbit dan Mercado Bitcoin. Di sisi lain, perbankan konvensional seperti Itaú dan Nubank justru memperluas portofolio aset kripto mereka tanpa memerlukan lisensi terpisah karena telah beroperasi di bawah payung regulasi perbankan yang ada. Situasi ini diperkirakan hanya menyisakan sekitar 10 perusahaan kripto independen yang berhasil mengantongi izin resmi penuh di Brasil.



