


Donald Trump kembali melempar peringatan keras kepada Iran di tengah kebuntuan negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung. Melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu (17/5) waktu setempat, Trump menegaskan bahwa waktu bagi Iran sudah semakin menipis. Dalam pesannya yang ditulis dengan retorika agresif, ia mendesak Iran untuk segera mengambil tindakan cepat atau menghadapi risiko kehancuran total jika konflik bersenjata yang telah memasuki hari ke-78 ini terus berlanjut.
​Pernyataan tajam dari Trump ini muncul tepat setelah kedua belah pihak saling melempar prasyarat perdamaian yang bertolak belakang, mulai dari isu pembatasan nuklir hingga kedaulatan Selat Hormuz. Situasi kian menegang setelah pejabat pemerintah AS mengonfirmasi bahwa Trump dijadwalkan mengumpulkan tim keamanan nasional di Situation Room pada hari Selasa (19/5) mendatang guna membahas operasi militer terhadap Iran. Selain bersiap mengonsolidasikan kekuatan internal, Trump dilaporkan baru saja melakukan pembicaraan telepon langsung dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk menyelaraskan sikap di tengah krisis yang makin meruncing ini.
​Pernyataan tajam dari Trump ini muncul tepat setelah kedua belah pihak saling melempar prasyarat perdamaian yang saling bertolak belakang. Sebelumnya, AS mengajukan lima syarat ketat termasuk pemangkasan fasilitas nuklir dan transfer 400 kg uranium, yang langsung dibalas oleh Iran dengan tuntutan ganti rugi perang serta pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz. Retorika terbaru dari Presiden AS ini mengindikasikan bahwa posisi pemerintahannya tidak akan melunak dan enggan membuka ruang kompromi terhadap poin-poin krusial yang diminta oleh pihak Iran.