


​Di kala institusi barat cenderung defensif, sovereign wealth fund (SWF) asal Uni Emirat Arab (UEA) justru memanfaatkan koreksi harga pada kuartal pertama 2026 untuk memperkuat posisi mereka. Dokumen 13F terbaru yang dirilis oleh SEC pada Sabtu (16/5) waktu setempat menunjukkan bahwa Mubadala, dana abadi milik pemerintah Abu Dhabi, bergerak agresif dengan menambah porsi kepemilikan mereka di ETF Bitcoin BlackRock (IBIT) sebanyak 2 juta saham baru.
​Aksi borong tersebut membuat total kepemilikan saham IBIT milik Mubadala kini melonjak menjadi 14,7 juta saham dengan valuasi raksasa mencapai $660 juta. Sementara itu, anak usaha Mubadala yaitu Abu Dhabi Investment Council (ADIC), memilih strategi defensif aktif dengan mempertahankan kepemilikan mereka tetap mendatar (flat) di angka 8,2 juta saham IBIT senilai $315,8 juta tanpa melakukan penjualan sama sekali selama periode drawdown pasar kemarin.
​Komitmen dana dari Uni Emirat Arab untuk terus mengakumulasi Bitcoin di tengah dinamika makro global ini menunjukkan optimisme jangka panjang yang sangat kuat dari investor institusional luar negeri. Entitas raksasa Abu Dhabi ini tampaknya melihat tren sideways dan koreksi harga pada kuartal pertama sebagai zona diskon strategis untuk memperluas eksposur mereka.