asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconfusionist iconACEUSDT0.2717+0.1593 ( +141.73% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT62,705.8-1058.49 ( -1.66% )
tether usd iconopeneden iconEDENUSDT0.05247+0.0046 ( +9.61% )
tether usd iconepic chain iconEPICUSDT0.3414+0.0007 ( +0.21% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT1,869.28-22.44 ( -1.19% )
tether usd iconhumanity protocol iconHUSDT0.11738+0.0227 ( +23.98% )
tether usd iconheima iconHEIUSDT0.1671+0.0384 ( +29.84% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT75.37-0.89 ( -1.17% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.03342-0.02063 ( -38.17% )
Powered by
powered by triv
News - Breaking News

Terseret Sentimen Global, Bitcoin Anjlok ke $61.000 dan Harga Emas Crash

User
June 24, 2026 | 20:54 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
June 24, 2026 | 20:54 WIB
Terseret Sentimen Global, Bitcoin Anjlok ke $61.000 dan Harga Emas Crash

Market global diguncang aksi jual besar-besaran yang menyeret aset kripto dan komoditas utama ke zona merah pada Rabu (24/6). Bitcoin mengalami koreksi tajam hingga jatuh di bawah level psikologis $62.000 dan bertengger di area $61.000, memicu likuidasi posisi long senilai $72,53 juta hanya dalam waktu satu jam. Kejatuhan ini diikuti oleh Ethereum yang meluncur ke level $1.600, serta lini komoditas premium seperti emas yang crash ke bawah $4.000 per ons untuk pertama kalinya sejak November lalu.

​Kondisi ini dipicu oleh melonjaknya indeks Dolar AS ke puncak tertinggi dalam setahun terakhir yang berbarengan dengan aksi lepas aset berisiko di bursa Wall Street, terutama pada saham-saham AI dan semikonduktor. Di sisi lain, meredanya ketegangan geopolitik pasca-progres kesepakatan damai AS-Iran ikut membuka kembali jalur Selat Hormuz tanpa biaya tol. Pulihnya jalur perdagangan vital ini langsung meredam harga minyak mentah ke level $70 per barel karena pasokan yang kembali lancar.

​Meskipun pembukaan kembali Selat Hormuz meredakan kekhawatiran atas pasokan energi, langkah Presiden AS Donald Trump yang berencana mencairkan dana Iran untuk dialokasikan eksklusif pada pembelian bahan pangan massal dari petani domestik AS mulai memicu kekhawatiran baru. Suntikan likuiditas berskala besar ke sektor riil ini berpotensi memicu tekanan inflasi baru di tingkat konsumen. Di tengah bayang-bayang potensi inflasi tersebut, keperkasaan dolar yang terlalu kuat saat ini justru menekan daya tarik emas dan Bitcoin sebagai aset lindung nilai, hingga memaksa perputaran likuiditas keluar dari market digital dan komoditas secara masif.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan