


​Sovereign wealth fund Uni Emirat Arab, Mubadala Investment Company, melaporkan peningkatan eksposur kripto secara signifikan melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock. Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi yang dirilis pada Selasa (17/2), Mubadala mencatatkan kepemilikan sebesar 12,7 juta lembar saham IBIT per 31 Desember 2025.
​Langkah ini menandai pertumbuhan portofolio yang sangat agresif, yakni naik sebesar 46% dibandingkan dengan posisi per 30 September yang sebelumnya dilaporkan sebanyak 8,7 juta lembar saham. Dengan harga pasar pada penutupan tahun tersebut, total nilai investasi Mubadala pada produk ETF Bitcoin tersebut mencapai $630,6 juta atau sekitar Rp9,9 triliun.
​Peningkatan eksposisi oleh entitas negara sekelas Mubadala memberikan sinyal kuat mengenai adopsi Bitcoin sebagai aset cadangan strategis dalam skala makro. Berbeda dengan volatilitas jangka pendek, masuknya modal dari dana kedaulatan cenderung bersifat permanen dan memberikan basis likuiditas yang lebih stabil bagi market kripto global. Posisi terbaru ini menempatkan Mubadala di jajaran elit pemegang saham IBIT, bersaing ketat dengan institusi finansial global lainnya seperti BlackRock Inc yang memegang 12,7 juta saham dan Morgan Stanley dengan 13,4 juta saham.