

.png)
.png)

Analis blockchain terkenal, ZachXBT, mengungkap aktivitas mencurigakan yang melibatkan dompet di jaringan Tron yang menerima dana sebesar 120,2 juta USDT pada 11 Juni. Pergerakan dana tersebut diduga berkaitan dengan lonjakan harga Monero (XMR) yang terjadi dalam waktu singkat.
Menurut data yang dibagikan ZachXBT, lebih dari $12 juta USDT dikirim ke alamat deposit milik KuCoin. Selain itu, sekitar $8 juta dialihkan ke berbagai layanan instant exchange dan $8 juta lainnya dipindahkan melalui Near Intents untuk dikonversi ke aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum.
Entitas yang mengendalikan dana tersebut juga dilaporkan menempatkan sejumlah order pembelian Monero dalam jumlah besar. Aktivitas ini diyakini berkontribusi terhadap lonjakan harga XMR dari sekitar $330 menjadi $420 dalam periode yang relatif singkat.
Menanggapi aktivitas tersebut, Tether dilaporkan telah memasukkan salah satu alamat terkait ke daftar hitam (blacklist). Alamat yang diblokir tersebut diketahui masih menyimpan sekitar 72 juta USDT pada saat tindakan dilakukan.
Kasus ini kembali menyoroti kemampuan penerbit stablecoin untuk membekukan aset yang diduga terkait aktivitas ilegal atau mencurigakan. Sebagai penerbit USDT, Tether memiliki kewenangan untuk memblokir alamat tertentu guna mencegah perpindahan dana lebih lanjut ketika ada indikasi pelanggaran hukum atau permintaan dari otoritas terkait.
Sementara itu, lonjakan harga Monero juga menarik perhatian pelaku pasar. Sebagai salah satu aset kripto yang berfokus pada privasi transaksi, Monero kerap menjadi sorotan ketika terjadi perpindahan dana dalam jumlah besar yang berupaya mengurangi jejak pelacakan di blockchain publik.