


​Guna menekan tingkat inflasi token dan mencegah dilusi valuasi bagi pemegang token ETH, tim riset Ethereum resmi mengajukan proposal EIP-8361. Selama ini, sistem Ethereum mencetak token ETH baru dari protokol sebagai imbal hasil bagi para validator, yang secara langsung menambah pasokan beredar di pasar.
Proposal baru bernama Tapered Issuance Burn ini dirancang untuk memotong dan membakar porsi cetakan ETH baru tersebut secara bertahap seiring bertambahnya jumlah aset yang dikunci dalam jaringan. ​Langkah ini diambil untuk menghapus imbal hasil minimum sebesar 1,5% pada sistem saat ini, yang dinilai terus memicu investor melakukan staking tanpa batas hingga berpotensi menembus lebih dari 70 juta ETH pada awal 2028.
Melalui EIP-8361, saat total ETH yang di-stake mencapai 50% dari pasokan beredar (sekitar 60,25 juta ETH), seluruh imbal hasil dari pencetakan token baru akan diburn secara penuh. Hal ini secara efektif menghentikan emisi ETH baru dari staking sekaligus memperkuat sifat deflasif pada ekosistem Ethereum jika dipadukan dengan burn biaya transaksi harian.
​Proposal yang sedang dipertimbangkan untuk pembaruan jaringan Hegotá ini menyertakan masa transisi 18 bulan agar penyesuaian imbal hasil berjalan mulus tanpa mengejutkan pasar.
Meski begitu, wacana ini masih memicu perdebatan di forum Ethereum Magicians karena dikhawatirkan dapat menekan pendapatan validator perorangan berskala kecil. Proposal ini masih berstatus draf awal dan membutuhkan persetujuan luas komunitas sebelum diimplementasikan.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.