asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconfusionist iconACEUSDT0.2247+0.0115 ( +5.39% )
tether usd icondelysium iconAGIUSDT0.007604+0.002695 ( +54.9% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT79,179.3-1670.35 ( -2.07% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,467.46-49.3 ( -1.96% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT81.771+1.86 ( +2.33% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT97.38-4.53 ( -4.45% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT0.7652-0.0625 ( -7.55% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.04751+0.00172 ( +3.76% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.4471-0.0987 ( -6.39% )
Powered by
powered by triv
News

Tolak Sanksi Trump ke Iran, China Tegaskan Siap Lindungi Kepentingan Nasional

User
August 26, 2026 | 00:02 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
August 26, 2026 | 00:02 WIB
Tolak Sanksi Trump ke Iran, China Tegaskan Siap Lindungi Kepentingan Nasional

​Pemerintah China menolak tegas ancaman sanksi sekunder baru yang dicanangkan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menegaskan pada Selasa (25/8) bahwa Beijing menentang keras sanksi sepihak tanpa dasar hukum internasional ataupun mandat Dewan Keamanan PBB. China memperingatkan akan mengambil segala tindakan yang diperlukan demi melindungi hak dan kepentingan nasionalnya.

​Sikap keras Beijing merespons manuver Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang meluncurkan paket sanksi bertajuk Operation Economic Outcast. Operasi finansial yang dianalogikan sebagai "economic D-Day" ini bertujuan memutus total rantai ekonomi Iran dengan membidik sektor pelayaran, minyak, emas, penerbangan, hingga transaksi kripto. Departemen Keuangan AS telah memasukkan hampir 60 korporasi, individu (termasuk warga negara China), dan armada kapal ke daftar hitam, disertai ancaman pemutusan dari sistem kliring dolar AS.

​Keterlibatan China menjadi tantangan terbesar bagi operasi tersebut mengingat Beijing menyerap sekitar 80 persen ekspor minyak mentah Iran. Meski mengincar individu dan kapal, AS tampak berhati-hati dengan belum memasukkan bank-bank besar China ke dalam daftar sanksi. Langkah ini dinilai analis sebagai upaya AS mencegah guncangan sistem keuangan global serta menghindari potensi balasan ekonomi dari China jelang pertemuan tingkat tinggi kedua negara.

​Sementara itu, pihak Iran merespons dingin ancaman sanksi ekonomi tersebut dan menyatakan kesiapannya menghadapi eskalasi konflik. Menteri Ekonomi Iran Ali Madanizadeh menegaskan blokade sepihak AS akan kembali gagal dan memperingatkan potensi serangan balasan di sekitar Selat Hormuz. Senada, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan AS harus menghentikan taktik intimidasi yang dinilai hanya memperkeruh stabilitas kawasan.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

The Fed Pertahankan Suku Bunga di 3,50% - 3,75%
Breaking News
July 30, 2026 | 01:05 WIB
Iran Luncurkan Rudal Balistik ke Pangkalan Militer AS di Yordania
News - Breaking News
July 29, 2026 | 05:44 WIB