


​Institusi keuangan tradisional kini semakin menanggalkan sikap skeptis mereka terhadap kripto, dengan pergeseran yang semakin akseleratif sepanjang tahun 2026. Laporan terbaru dari Axios mengungkapkan bahwa bank, pialang, hingga bursa efek kini berlomba merilis produk kripto seiring dengan memuncaknya permintaan dari investor ritel, institusi, dan klien bernilai tinggi. Co-CEO Kraken, David Ripley, menegaskan kepada Axios bahwa hampir seluruh penyedia jasa keuangan tradisional akan segera menawarkan akses Bitcoin dan Ethereum kepada nasabah mereka seiring dengan transformasi sistem keuangan yang menjadi lebih digital dan beroperasi 24/7.
​Konvergensi tren seperti stablecoin, tokenisasi, AI, dan perdagangan lintas waktu sedang merombak struktur market secara fundamental. Stablecoin kini menjadi pintu masuk bagi investor untuk merambah ke ekuitas publik yang ditokenisasi. Kraken sendiri telah memelopori rencana penawaran saham IPO ter-tokenisasi agar investor ritel dapat berpartisipasi dalam perusahaan besar, sejalan dengan rencana debut SpaceX di Nasdaq yang ditargetkan mencapai valuasi rekor 1,7 triliun dolar AS.
​Meski Bitcoin masih tertahan di area $60.000 atau turun kurang lebih 50% dari rekor harga tertinggi, investor institusional besar tidak berhenti melakukan aksi beli. Sovereign Wealth Fund seperti Mubadala asal Abu Dhabi terus menambah eksposur pada ETF Bitcoin BlackRock selama empat kuartal berturut-turut, dengan total aset yang dikelola mencapai 100 miliar dolar AS. Keyakinan institusi terhadap nilai jangka panjang Bitcoin terlihat dari aksi akumulasi besar, seperti pembelian 1.550 BTC senilai $101 juta baru-baru ini yang dilakukan oleh Strategy, yang membuktikan bahwa mereka menganggap fase koreksi sebagai peluang strategis untuk memperkuat posisi.