asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT69,916.4+192.44 ( +0.28% )
BULLAUSDT0.018972+0.00242 ( +14.59% )
DUSDT0.01195-0.00063 ( -5.01% )
ETHUSDT2,142.0-3.6 ( -0.17% )
NOMUSDT0.00613+0.00153 ( +33.26% )
REDUSDT0.1926+0.0062 ( +3.33% )
SOLUSDT82.71+0.89 ( +1.09% )
STOUSDT0.1372-0.0162 ( -10.56% )
TRXUSDT0.3148-0.001 ( -0.32% )
Powered by
News

Pertama di Dunia, Voting Pemegang Saham Kini Dilakukan Secara On-Chain

User
April 7, 2026 | 07:35 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
April 7, 2026 | 07:35 WIB
Pertama di Dunia, Voting Pemegang Saham Kini Dilakukan Secara On-Chain

​Industri pasar modal mencatatkan sejarah baru melalui implementasi pemungutan suara proksi (proxy voting) secara on-chain untuk pertama kalinya. Inovasi ini memungkinkan para pemegang saham tertokenisasi Galaxy Digital (GLXY) untuk menyalurkan hak suara mereka dalam rapat umum pemegang saham bulan Mei mendatang. Inisiatif ini menandai pergeseran besar dari sistem birokrasi tradisional menuju efisiensi total melalui teknologi blockchain.

​Langkah strategis ini terwujud berkat kolaborasi antara Galaxy Digital dan Broadridge yang memanfaatkan jaringan Layer-1 berbasis Avalanche. Melalui integrasi ini, perdagangan saham tertokenisasi kini memiliki utilitas tata kelola nyata, di mana investor dapat memberikan suara langsung dari wallet kripto mereka. CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz, menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan bahwa pemanfaatan blockchain di bursa saham bukan lagi sekadar teori, melainkan solusi operasional bagi perusahaan publik.

​Sentimen positif ini muncul di saat Nasdaq baru saja mengantongi izin dari regulator AS (SEC) untuk memulai program pilot perdagangan saham tertokenisasi. Meski IMF sempat mengeluarkan peringatan terkait risiko stabilitas finansial pada aset digital, pasar merespons optimis dengan kenaikan harga saham GLXY sebesar 1,79%. Keberhasilan voting secara on-chain ini diprediksi akan menjadi standar baru bagi transparansi dan akuntabilitas tata kelola perusahaan di masa depan.

Copiedbagikan