asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT67,938.8-1961.4 ( -2.81% )
ETHUSDT1,982.4-63.65 ( -3.11% )
FHEUSDT0.01742-0.01284 ( -42.43% )
MYXUSDT0.2939-0.0079 ( -2.62% )
PIPPINUSDT0.357447+0.005906 ( +1.68% )
SKATEUSDT0.003921+0.002067 ( +111.49% )
SOLUSDT84.35-2.23 ( -2.58% )
XRPUSDT1.3643-0.0214 ( -1.54% )
ZEREBROUSDT0.006738-0.000272 ( -3.88% )
Powered by
News - Breaking News

Trump Klaim Iran “Menyerah” Setelah Serangan AS dan Israel

User
March 7, 2026 | 18:29 WIB
User
UpdatedGoldwin
March 7, 2026 | 18:29 WIB
Trump Klaim Iran “Menyerah” Setelah Serangan AS dan Israel

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah meminta maaf kepada negara negara di Timur Tengah dan berjanji tidak akan lagi menyerang mereka. Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosialnya di platform Truth Social.

Dalam unggahannya, Trump mengatakan Iran mengambil langkah tersebut setelah menghadapi serangan militer yang intens dari Amerika Serikat dan Israel. Ia juga mengklaim bahwa Iran sebelumnya berupaya untuk mengambil alih dan menguasai kawasan Timur Tengah.

Trump menyebut peristiwa ini sebagai pertama kalinya dalam ribuan tahun Iran mengalami kekalahan dari negara negara di kawasan Timur Tengah.Dalam pernyataan yang sama, Trump menyebut Iran tidak lagi menjadi “pengganggu di Timur Tengah”. Ia bahkan menyebut Iran kini sebagai “pecundang di Timur Tengah” setelah tekanan militer dari Amerika Serikat dan Israel.

Trump juga mengklaim bahwa sejumlah negara di Timur Tengah menyampaikan ucapan terima kasih atas tindakan Amerika Serikat dalam konflik tersebut. Selain itu, Trump memperingatkan bahwa Iran dapat menghadapi serangan yang jauh lebih keras jika situasi terus berkembang. Ia menyatakan sejumlah wilayah dan kelompok yang sebelumnya tidak menjadi target kini sedang dipertimbangkan untuk diserang.

Pernyataan Trump tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah setelah rangkaian serangan militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam beberapa hari terakhir.

Copiedbagikan