


​Memasuki hari ke-12 gempuran militer Amerika Serikat (AS) ke Iran, situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah kian membara. Presiden AS Donald Trump secara terbuka melancarkan ancaman baru yang kian keras, menegaskan bahwa militer AS tidak akan ragu meledakkan infrastruktur vital Iran setiap kali ada serangan yang menargetkan kapal komersial di Selat Hormuz.
​Pernyataan eksplisit tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosial miliknya, Truth Social, pada Rabu (22/7). Ia menekankan bahwa aksi balasan militer AS ini berlaku untuk segala bentuk serangan provokatif, baik yang menggunakan rudal, roket, maupun armada drone.
​"Mulai saat ini, setiap kali Republik Islam Iran menembak kapal di Selat Hormuz... Amerika Serikat akan mengebom dan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik, termasuk yang terletak di dekat atau di dalam Ibu Kota Tehran," tegas Trump.
Situasi konflik yang tak kunjung mereda selama 12 hari terakhir ini akhirnya mendorong harga minyak mentah acuan Brent melonjak ke level harga $95 per barel, mencerminkan kekhawatiran dunia terhadap potensi kelumpuhan jalur pasokan minyak vital di Selat Hormuz.