


Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa Operation Epic Fury di Iran akan tetap berjalan penuh meskipun Supreme Leader Iran dilaporkan telah gugur. Dalam pernyataan resmi pada 1 Maret 2026, Trump menegaskan bahwa militer Amerika Serikat tidak akan menghentikan serangan hingga seluruh target strategis tercapai. Klaim ini menyusul laporan intelijen yang menyatakan struktur komando militer Iran telah lumpuh akibat rentetan serangan udara masif.
Pengumuman ini dirilis 70 menit sebelum pembukaan futures market saham global. Trump memperingatkan adanya potensi tambahan korban dari pihak AS dalam fase operasi selanjutnya, namun memastikan tekanan militer akan terus berlanjut tanpa batas waktu. Ia juga menyerukan kepada rakyat Iran untuk menggunakan momentum ini guna melakukan perubahan di dalam negeri, sementara unit militer AS tetap disiagakan di titik-titik strategis.
Klaim mengenai kelumpuhan total komando Iran dan gugurnya Supreme Leader menjadi fokus utama menjelang pembukaan perdagangan aset energi dan safe haven. Hingga saat ini, Gedung Putih menyatakan operasi akan terus bergerak sesuai sasaran yang telah ditetapkan. Fokus saat ini tertuju pada pergerakan harga minyak dan reaksi market global terhadap pernyataan resmi mengenai kelanjutan Operation Epic Fury tersebut.