Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab (MoFA) resmi mengumumkan penghentian total seluruh kegiatan perdagangan, pertukaran komersial, hingga transaksi finansial dengan Republik Islam Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut. Direktur Departemen Komunikasi Strategis MoFA UAE, Afra Al Hameli, menegaskan pada Rabu (19/8) bahwa keputusan ini diambil menyusul eskalasi konflik di kawasan yang dinilai merongrong perdamaian serta keamanan regional maupun internasional.
​Langkah pembekuan ekonomi tersebut sekaligus menegaskan penolakan otoritas UAE terhadap berbagai spekulasi mengenai kelanjutan status hubungan ekonomi bilateralnya dengan Iran. Al Hameli menyatakan bahwa meskipun UAE tetap memegang komitmen terhadap dialog, kerja sama, dan integrasi kawasan demi mendorong stabilitas, situasi eskalasi saat ini menuntut penghentian seluruh arus transaksi perdagangan antar kedua negara demi menjaga integritas sistem keuangan internasional.
​Eskalasi geopolitik baru di kawasan Teluk ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global. Merespons memanasnya situasi di Timur Tengah, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkerek ke level $84 per barel, sementara minyak mentah patokan global Brent menyentuh level $89 per barel.



