Software engineer Coinbase, Alex Wormuth, membuat eksperimen unik dengan menghubungkan simulasi digital otak lalat ke AI agentic software Coinbase. Proyek bernama Stonkfly yang dipamerkan pada Kamis (10/9) ini dibekali modal awal $100 untuk mengeksekusi keputusan beli, jual, maupun simpan pada BTC, ETH, SOL, dan stablecoin USDC berdasarkan pergerakan grafik candlestick secara live.
​Eksperimen ini memanfaatkan mata digital untuk membaca grafik harga Bitcoin. Otak lalat virtual tersebut diprogram bereaksi layaknya makhluk hidup, di mana sistem memberi hadiah dopamin saat trading menghasilkan untung dan memberi sinyal rasa sakit ketika rugi. Simulasi ini memanfaatkan peta saraf otak lalat buah dewasa yang dirilis tim Google bersama ilmuwan Howard Hughes Medical Institute Janelia Research Campus, dengan memetakan 166.000 neuron dan 125 juta koneksi sinapsis.
​Tren uji coba ini bahkan melahirkan Fly Language Model pertama di dunia berarsitektur GPF atau Generative Pre-trained Fly, yang menggabungkan model AI kecil langsung dengan jaringan saraf lalat. Kendati demikian, seluruh eksperimen ini murni simulasi komputer tanpa kesadaran biologis sungguhan, di mana hasil trading lalat tersebut masih merugi tipis 1% atau hampir $1 setelah sehari berjalan dengan sisa dana terbagi di USDC senilai $59, ETH $17, SOL $17, dan BTC sekitar $5.



