​Departemen Keuangan Amerika Serikat (US Treasury) resmi mengumumkan buyback surat utang negara hingga senilai $6 miliar pada Rabu (9/9). Mengutip laporan yang dikonfirmasi oleh Reuters dan CNBC, aksi ini menyasar obligasi tenor panjang 10 hingga 20 tahun yang perputarannya sedang seret di pasar. Angka $6 miliar ini naik tiga kali lipat dari volume lelang normal, melesat hanya dalam tiga pekan setelah Menkeu Scott Bessent pada 19 Agustus lalu menargetkan pembelian minimal $4 miliar.
​Merujuk dokumen resmi bertajuk Treasury Debt Buyback Operation, lelang kilat berdurasi 20 menit pada Kamis (10/9) ini akan menyerap obligasi yang jatuh tempo antara Februari 2037 hingga Agustus 2046. Langkah cepat ini diambil demi menyuntikkan likuiditas agar pasar surat utang AS tetap stabil, dengan target operasi lanjutan dipatok minimal $4 miliar per putaran.
​Pasar justru merespons langkah intervensi ini dengan aksi jual. Tingkat imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun melonjak ke level 4,85% pada Rabu (9/9) siang waktu setempat, menyentuh rekor tertinggi sejak November 2023, sementara tenor 20 dan 30 tahun ikut terangkat ke atas 5,31%. Investor masih mencemaskan tumpukan utang AS yang kini menembus $40 triliun, ketegangan perang di Timur Tengah, harga minyak mentah yang kembali menyentuh $100 per barel, serta ancaman inflasi baru akibat tarif impor.



