


​Manajer investasi global VanEck memproyeksikan harga Bitcoin berpotensi meroket hingga 2,9 juta dolar AS per BTC pada tahun 2050. Analisis dalam laporan terbaru yang dirilis Kamis (8/1) ini didasarkan pada asumsi meningkatnya adopsi kripto tersebut sebagai alat penyelesaian transaksi perdagangan internasional serta masuknya aset ini ke dalam cadangan devisa bank sentral berbagai negara.
​Dalam skenario dasar, Bitcoin diperkirakan mampu menangani 5–10% perdagangan global dan mengisi 2,5% neraca bank sentral. Kepala Riset Aset Digital VanEck, Matthew Sigel, menegaskan bahwa ekspansi likuiditas global (M2) menjadi pendorong utama, menjadikan Bitcoin sebagai aset lindung nilai jangka panjang yang vital di tengah risiko sistem moneter sovereign debt.
​Proyeksi ini memiliki rentang variasi yang ekstrem bergantung pada dinamika market dan regulasi di masa depan. Skenario pesimistis menempatkan harga Bitcoin di 130.000 dolar AS, sementara skenario paling optimistis di mana terjadi hyper-bitcoinization harga bisa mencapai angka fantastis 53,4 juta dolar AS.