


Visa menyatakan bahwa Korea Selatan merupakan lokasi yang paling optimal untuk eksperimen stablecoin dan teknologi blockchain di luar Amerika Serikat. Dalam kunjungannya ke beberapa bank top di Seoul pada Minggu (05/04), Presiden Grup Visa Oliver Jenkins menyoroti tingginya angka investor kripto yang mencapai 17 juta orang serta tingkat adopsi AI generatif yang menempati posisi kedua di dunia setelah AS.
​Visa menilai konvergensi antara industri AI dan stablecoin akan menjadi tren yang tak terelakkan untuk mendukung sistem pembayaran yang lebih ringkas di masa depan. Data internal menunjukkan kontribusi pendapatan pengguna Korea Selatan terhadap platform ChatGPT melampaui 5%, sementara untuk Google Gemini mencapai lebih dari 11%. Angka-angka ini memperkuat posisi pasar domestik Korea Selatan sebagai pusat inovasi aset digital global yang strategis.
​Meskipun potensi pasar sangat besar, Visa dan sejumlah pelaku industri mendesak pemerintah Korea Selatan untuk segera meresmikan regulasi stablecoin. Hingga saat ini, penerbitan segala bentuk token masih dilarang di wilayah tersebut, yang memicu keluhan dari sektor finansial karena merasa terhambat dalam melakukan tokenisasi aset. Para pejabat keuangan anonim memperingatkan bahwa tanpa payung hukum yang jelas, Korea Selatan berisiko tertinggal dari tren keuangan on-chain global.