


​Vitalik Buterin menegaskan bahwa blockchain adalah fondasi paling natural untuk mendukung interaksi antar-AI secara mandiri. Menurut Vitalik, sistem ekonomi terdesentralisasi sangat diperlukan agar berbagai agen AI dapat bekerja sama tanpa bergantung pada kontrol otoritas terpusat.
​Laporan terbaru dari Etherealize yang dirilis pada 9 April 2026 memperkuat visi tersebut melalui fenomena agen AI otonom bernama Felix. Dalam lima minggu, Felix meraup pendapatan lebih dari $300.000, namun terhambat aturan bank tradisional yang melarang entitas non-manusia membuka rekening. Ethereum menjadi solusi krusial karena memungkinkan agen AI mengelola modal, meminjam dana di Aave, hingga mengakses produk perbendaharaan tertokenisasi seperti BUIDL milik BlackRock secara permissionless.
​Saat ini, Ethereum mendominasi dengan pangsa pasar 71,9% pada aset dana tertokenisasi dan TVL DeFi sebesar $55 miliar. Dengan jaringan yang stabil tanpa downtime, Ethereum menawarkan kepastian hukum berbasis kode bagi ekonomi mesin. Pertumbuhan populasi agen AI diprediksi akan terus meningkatkan permintaan struktural terhadap ETH sebagai biaya transaksi dan collateral di masa depan.