asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT74,306.0-1342.0 ( -1.77% )
ENJUSDT0.05957-0.00123 ( -2.02% )
ETHUSDT2,280.73-67.68 ( -2.88% )
GTCUSDT0.114+0.018 ( +18.75% )
HIGHUSDT0.281-0.037 ( -11.64% )
ONEUSDT0.00219-0.00007 ( -3.1% )
PHBUSDT0.132-0.039 ( -22.81% )
REQUSDT0.0861-0.0314 ( -26.72% )
SOLUSDT84.02-2.01 ( -2.34% )
Powered by
News

Wall Street Lirik Blockchain untuk Bangun Agentic Economy

User
April 20, 2026 | 04:03 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
April 20, 2026 | 04:03 WIB
Wall Street Lirik Blockchain untuk Bangun Agentic Economy

​Lembaga keuangan global mulai mengadopsi blockchain sebagai layer eksekusi utama untuk mendukung perkembangan agentic AI di sektor finansial. Melansir laporan Forbes pada Kamis (16/4), CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, menegaskan bahwa blockchain telah menjadi infrastruktur kompetitif yang siap membentuk ulang layanan keuangan global. Teknologi ini dinilai mampu memberikan transparansi dengan mencatat setiap keputusan agen AI secara permanen.

​Penggunaan blockchain dianggap krusial untuk memitigasi risiko otonomi berlebih pada sistem AI yang mengambil keputusan tanpa campur tangan manusia. Melalui sistem on-chain, perusahaan finansial dapat melakukan audit serta pelacakan data secara akurat guna memenuhi standar regulasi. Selain itu, agen AI kini dapat memiliki identitas digital resmi melalui Decentralized Identifiers (DID) untuk mengelola aset secara mandiri.

​Integrasi ini diprediksi akan menjadi lapisan kepercayaan (trust layer) yang memaksa AI beroperasi dalam batasan aturan hukum. Mengingat pesatnya inovasi AI, blockchain menawarkan solusi akuntabilitas yang dibutuhkan oleh pengawas keuangan dunia. Langkah ini diyakini akan mempercepat aliran modal institusional ke dalam infrastruktur blockchain sebagai tulang punggung ekonomi masa depan

Copiedbagikan